Peringatan Darurat Untuk Hindari Fenomena Lonely Death
Sistem peringatan darurat untuk mencegah lonely death atau kematian sendirian atau mati kesepian mulai dikembangkan dalam beberapa tahun belakangan di Korea Selatan. Mengingat semakin meningkatnya sejumlah pemberitaan di Korea Selatan yang mengabarkan tentang penemuan mayat yang mati sendirian di rumahnya.
Jumlah kematian orang yang hidup sendirian meningkat karena melemahnya jaringan dan ikatan sosial yang didorong oleh perubahan sosial seperti meningkatnya jumlah rumah tangga tunggal, rendahnya angka kelahiran, dan populasi yang menua.
Lebih dari 10.000 kasus kematian tunggal telah dilaporkan selama enam tahun terakhir. Untuk mengatasi dan mencegah masalah lonely death ini, Korea Selatan mengembangkan sistem yang dapat memberikan peringatan darurat kepada penyedia layanan kesejahteraan/ kesehatan yang ditunjuk, menerima pemberitahuan otomatis jika perangkat komunikasi pengguna yang terhubung dengan sistem tidak aktif selama lebih dari 3 hari.
Selain itu, ada juga "smart plug" berbasis internet yang didistribusikan untuk berbagai rumah tangga yang rentan. Perangkat pemantauan cerdas akan memantau konsumsi listrik peralatan rumah tangga dan memberi tahu petugas kesehatan jika penggunaan energi terlalu rendah.
Jika listrik yang dikonsumsi tidak cukup, smart plug akan memberi tahu perawat sehingga mereka dapat segera menelepon lansia atau mengunjungi rumah mereka untuk mengetahui apakah mereka baik-baik saja.
Baca Juga: Aplikasi Ini Bantu Hadapi Keadaan Darurat Saat Tinggal Sendirian
Tidak hanya Korea Selatan, sejumlah negara lain seperti Inggris, Jepang dan Indonesia juga telah dilanda mati kesepian.
Lansia memang lebih berisiko mengalami kejadian ini. Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menggambarkan lansia yang tinggal sendiri sebagai kelompok yang berisiko dan memerlukan perhatian khusus.
Di Indonesia, menurut Badan Pusat Statistik mencatat masih ada 9,38% penduduk lanjut usia (lansia) yang tinggal sendiri pada 2019. Padahal kondisi tinggal lansia berkaitan erat dengan perawatan kesehatannya.
Lebih lanjut, sepanjang tahun 2023 ada empat kasus lonely death di Indonesia dan baru memasuki awal tahun baru 2024, sudah ada dua jasad lansia yang tewas sendirian di dalam rumah. Kedua jasad itu diduga telah tewas beberapa hari sebelum di temukan tanpa kehadiran keluarga.
Melihat fenomena lonely death yang terjadi di Indonesia tentu perlu ada perhatian khusus. Oleh sebab itu, PT Xtreme Network Sistem kemudian meluncurkan aplikasi Tnos Alert Button (TAB) yang dapat mengirimkan sinyal peringatan darurat kepada responder yang sudah ditentukan. Misalnya, untuk para lansia yang tinggal sendirian tombol merah dalam TAB dapat dihubungkan pada keluarga, dokter pribadi dan security.
Jadi, TAB merupakan tombol peringatan darurat dalam aplikasi yang dapat memberikan peringatan darurat secara real time dari pengguna ke pengguna lain. Sudah dirancang untuk digunakan dengan mudah, responsif, dan bisa digunakan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun untuk keadaan darurat.
Harapannya, dengan menggunakan aplikasi TAB ini dapat membantu mencegah lonely death di Indonesia.
Baca Juga: Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan dengan TNOS Alert Button
Komentar