Anak Jadi Korban Bully, Langkah Apa Yang Harus Orangtua Ambil?
Mungkin ada siswa lain yang mengirim pesan teks yang kasar kepada anak Anda di media sosial. Atau mungkin ada anak-anak yang mengganggu (atau bahkan mengancam) anak Anda di sekolah. Ketika terjadi perundungan di sekolah, hal itu bisa menjadi emosional, menjengkelkan, dan menakutkan.
Namun, ada beberapa hal konkret yang dapat Anda lakukan untuk mencari tahu apa yang terjadi dan menghentikannya. Berikut langkah yang dapat diambil jika anak Anda diganggu di sekolah.
Sebelum melakukan hal lain, perhatikan kebutuhan anak Anda. Wajar saja jika anak-anak bersedih. Namun, Anda harus memastikan bahwa mereka tidak menyakiti diri sendiri atau orang lain. Berusahalah semaksimal mungkin untuk menjauhkan anak Anda dari situasi bullying.
Mengatakan aku mencintaimu dapat menjadi dorongan besar bagi anak Anda. Hanya dengan mendengarkan apa pun yang ingin dibagikan anak Anda juga akan membantu. Ketika Anda menunjukkan bahwa Anda peduli dengan perasaan anak Anda, hal itu akan memberdayakan anak Anda untuk menceritakan kisah lengkapnya.
Saat Anda menjalani langkah-langkah yang tersisa, pastikan Anda selalu kembali ke langkah ini. Merawat anak Anda adalah tanggung jawab yang berkelanjutan.
Tanyakan kepada anak Anda dengan lembut tetapi langsung apakah ada orang yang melakukan sesuatu yang membuat anak Anda merasa kesal, tidak nyaman, atau malu. Gunakan pertanyaan terbuka untuk mendorong anak Anda berbagi. Setelah Anda memiliki gambaran dasar tentang apa yang terjadi, cobalah untuk mempelajari informasi spesifik juga. Anda dapat menanyakan hal-hal seperti: Apakah Anda menerima pesan-pesan jahat di media sosial? Siapa yang mengirimnya? Berapa banyak? Kapan?
Selanjutnya, hubungi orang lain yang mungkin tahu lebih banyak. Anda ingin mencari tahu apa yang telah terjadi, siapa yang terlibat, dan kapan serta di mana hal itu terjadi. (Pikirkan baik-baik sebelum Anda menghubungi langsung siswa atau orang dewasa yang melakukan perundungan).
Pastikan untuk mengumpulkan semua dokumen yang menunjukkan adanya perundungan. Anda dapat menyimpan email atau teks dan mencetaknya. Anda juga dapat mengambil tangkapan layar media sosial atau forum daring, serta menyimpan pesan suara.
Tuliskan semua detail tentang apa yang telah Anda pelajari. Cobalah untuk membuat kronologi tentang apa yang terjadi dan kapan. Jika Anda merasa anak Anda dapat mengatasinya, tinjau kronologi tersebut bersama-sama. (Ini mungkin tidak dapat dilakukan sekaligus.)
Ceritakan kisah bullying kepada orang lain — seperti teman atau anggota keluarga yang tepercaya. Mintalah masukan: Apakah Anda menjelaskan semuanya dengan jelas? Apakah Anda berpegang pada fakta? Apakah Anda terlalu emosional untuk menceritakan apa yang terjadi?
Jika perundungan terjadi di kelas, temui guru. Mintalah kepala sekolah untuk bergabung jika Anda merasa perlu. Jika perundungan terjadi di luar kelas atau saat istirahat, temui kepala sekolah secara langsung.
Tanyakan apakah staf sekolah telah melihat perundungan tersebut dan bagaimana mereka menanggapinya. Bagikan kisah perundungan anak Anda dan dokumen pendukung apa pun. Selama pertemuan, tanyakan apa yang akan dilakukan sekolah dan kapan. Tindak lanjuti secara tertulis (email juga bisa), yang menjelaskan apa yang Anda diskusikan.
Setelah perundungan dilaporkan ke sekolah, undang-undang antiperundungan negara bagian mungkin mengharuskan proses investigasi dan tindakan khusus. Mintalah sekolah untuk mengirimkan pembaruan tertulis tentang proses ini.
Pantau tindakan apa saja yang diambil sekolah. Jika perundungan terus berlanjut, dokumentasikan setiap insiden baru. Beri tahu sekolah tentang insiden baru ini dan tanyakan apa yang akan dilakukan. Seperti biasa, pastikan Anda menghubungi dan menenangkan anak Anda selama masa ini.
Jika perundungan masih terjadi, hubungi pengacara. Pengacara yang berpengalaman dalam hukum pendidikan dapat membantu jika Anda masih belum melihat hasil. Berikut ini tempat Anda dapat memperoleh bantuan hukum.
Orang tua dapat mengenalkan aplikasi TNOS Alert Button (TAB) kepada anak dan ajari kapan harus menekan TAB. Aplikasi ini memungkinkan pengguna (anak) untuk meminta bantuan hanya dengan mengklik tombol merah. TAB tidak hanya bisa digunakan di Smartphone, namun juga perangkat komunikasi lainnya, seperti smart watch atau jam tangan pintar.
Setelah anak menekan tombol merah TAB, kemudian sinyal peringatan darurat akan dikirimkan secara real time dari pengguna ke pengguna lain yang sudah ditentukan, misalnya guru, orangtua, keluarga lain atau penjaga keamanan. Aplikasi ini pun telah dirancang untuk digunakan dengan mudah, responsif, dan bisa digunakan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun untuk keadaan darurat.
Baca Juga: Seberapa Pentingkah Mengenalkan Alert Button Pada Anak?
Komentar